![]() |
Latar Belakang
Dalam Memulai Suatu Bisnis tentunya diperlukan perencanaan yang matang, baik itu dari segi Lokasi, Aspek Pasar kedepan, Sarana dan prasarana, Harga Pokok, Harga Jual, keuntungan dll.. semua itu harus di hitung dengan perencanaan yang matang agar bisnis kita tidak mengalami kerugian.
Penentuan Harga Pokok dan Harga Jual merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu usaha..karena disinilah kita akan menentukan seberapa besar keuntungan yang akan di peroleh..
Dalam Strategi Berbisnis kita tidak boleh memasang harga terlalu tinggi tanpa mempertimbangankan daya beli masyarakat. karena apabila harga terlampau tinggi dan tidak sepadan dengan kualitas prodak yang kita hasilkan maka kemungkinan besar prodak yang kita jual kurang laku di pasaran, apalagi jika di tambah dengan pesaing yang memasang dengan harga lebih rendah, tentunya prodak yang kita jual akan kalah bersaing, namun apabila harga jual yang kita tentukan terlalu rendah tanpa mempertimbangkan biaya Produksi tentunya peluang terjadinya kerugian akan semakin besar, karena di khawatirkan harga jual tersebut belum cukup untuk menutupi ongkos produksi per unit dari prodak yang kita hasilkan.
Disinilah pentingnya dalam membuat suatu usaha kita memperhitungkan ongkos produksi per unit, dan harga jual, dengan menghitung ongkos produksi per unit, dan harga jual, tentunya kita akan dapat memperhitungkan seberapa besar keuntungan yang akan di peroleh, berapa banyak prodak yang harus di hasikan dan kita jual agar dapat menutupi ongkos produksi, dan berapa lama kita akan kembali modal, dan dapat pula menjadi acuan untuk melakukan pengembangan-pengembangan selanjutnya..sehingga usaha yang kita jalankan akan mendatangkan keuntungan buat kita.
Ironisnya Banyak di antara kita yang membuka suatu usaha tidak melakukan perhitungan yang matang, mereka menjual produk yang dihasilkannya berdasarkan harga pasaran tanpa mempertimbangkan biaya-biaya yang di keluarkan dalam membuat prodak tersebut, alhasil sulit untuk menghitung seberapa besar keuntungan yang di peroleh, karena mereka tidak menghitung dengan rinci seberapa besar biaya yang mereka keluarkan untuk membuat prodak tersebut.
Saya pernah berkunjung salah satu Warnet yang ada di Makassar., warnetnya cukup bagus,Monitor yang di gunakan LCD 14", Jumah CPU 10 Unit dengan Spec yang tinggi, AC 2 Unit, kursi dan tempat duduknya juga empuk, Fasilitas Headset dan Webcam, Aksesnya Internetnya jg cepat karena menggunakan 2 line Speedy..setelah main beberapa jam, saya pun selesai dan membayar ke kasir.. harga perjam yang mereka tawarkan adalah 3000 rupiah..setelah membayar saya berbincang2 pada pemilik Warnet dan menanyakan bagaimana cara dia untuk menentukan harga jual perjamnya..yang lucunya pemilik warnet pun berkata "Harganya 3000 karena rata-rata warnet di sekitar sini harganya jg segitu, takut pasang harga tinggi jangan sampai gada yang mau maen"..trus saya bertanya lagi, "dengan harga 3000 berapa lama bisa balik modal, dan Target penjualan Jasa Warnetnya berapa Jam perbulan..? "..trus pemilik warnet menjawab "Mungkin kalau balik modal paling Setahun, kalau target penjualan ga ada yang penting laku aja dalam sehari",...
Sungguh Ironis bukan,berani membuka suatu usaha dengan modal lumayan besar tanpa memperhitungkan biaya Produksi, dan harga jual per unit atau per jam nya, kebanyakan di antara mereka malas untuk melakukan perhitungan, karena banyaknya biaya-biaya yang akan di catat dan hitung , hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya melakukan perhitungan dan penentuan harga jual, sadar atau tidak ketika kita mulai menjalankan suatu usaha a/ berwiraswata itu artinya kita memasuki dunia bisnis yang semuanya penuh dengan perhitungan , yang memiliki perencanaan dan perhitungan yang matang yang akan dapat bertahan, jadi jangan pernah berfikir bahwa menjalankan usaha kecil tidak memerlukan perhitungan-perhitungan..maka WASPADALAH..WASPADALAH...hehehe..
Penulis mencoba melakukan perhitungan terhadap kasus di atas berdasarkan data yang telah di peroleh sebelumnya, dengan mengklasifikasikan biaya menjadi 3 kelompok yaitu Biaya awal, Biaya tetap, dan Biaya Tidak tetap (Variabel) :
A. Biaya Awal
Saya pernah berkunjung salah satu Warnet yang ada di Makassar., warnetnya cukup bagus,Monitor yang di gunakan LCD 14", Jumah CPU 10 Unit dengan Spec yang tinggi, AC 2 Unit, kursi dan tempat duduknya juga empuk, Fasilitas Headset dan Webcam, Aksesnya Internetnya jg cepat karena menggunakan 2 line Speedy..setelah main beberapa jam, saya pun selesai dan membayar ke kasir.. harga perjam yang mereka tawarkan adalah 3000 rupiah..setelah membayar saya berbincang2 pada pemilik Warnet dan menanyakan bagaimana cara dia untuk menentukan harga jual perjamnya..yang lucunya pemilik warnet pun berkata "Harganya 3000 karena rata-rata warnet di sekitar sini harganya jg segitu, takut pasang harga tinggi jangan sampai gada yang mau maen"..trus saya bertanya lagi, "dengan harga 3000 berapa lama bisa balik modal, dan Target penjualan Jasa Warnetnya berapa Jam perbulan..? "..trus pemilik warnet menjawab "Mungkin kalau balik modal paling Setahun, kalau target penjualan ga ada yang penting laku aja dalam sehari",...
Sungguh Ironis bukan,berani membuka suatu usaha dengan modal lumayan besar tanpa memperhitungkan biaya Produksi, dan harga jual per unit atau per jam nya, kebanyakan di antara mereka malas untuk melakukan perhitungan, karena banyaknya biaya-biaya yang akan di catat dan hitung , hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya melakukan perhitungan dan penentuan harga jual, sadar atau tidak ketika kita mulai menjalankan suatu usaha a/ berwiraswata itu artinya kita memasuki dunia bisnis yang semuanya penuh dengan perhitungan , yang memiliki perencanaan dan perhitungan yang matang yang akan dapat bertahan, jadi jangan pernah berfikir bahwa menjalankan usaha kecil tidak memerlukan perhitungan-perhitungan..maka WASPADALAH..WASPADALAH...hehehe..
Penulis mencoba melakukan perhitungan terhadap kasus di atas berdasarkan data yang telah di peroleh sebelumnya, dengan mengklasifikasikan biaya menjadi 3 kelompok yaitu Biaya awal, Biaya tetap, dan Biaya Tidak tetap (Variabel) :
A. Biaya Awal
No | Descriptions | Qty | Harga | Total |
1 | Komputer | 11 | 2,500,000 | 27,500,000.00 |
2 | UPS | 1 | 600,000 | 600,000.00 |
3 | Hub Jaringan | 1 | 500,000 | 500,000.00 |
4 | Kabel Jaringan | 1 | 300,000 | 300,000.00 |
5 | Card Rider | 2 | 40,000 | 80,000.00 |
6 | WebCam | 11 | 40,000 | 440,000.00 |
7 | Sound System | 1 | 300,000 | 300,000.00 |
8 | HeadPhone | 11 | 50,000 | 550,000.00 |
9 | Ac Split | 2 | 3,500,000 | 7,000,000.00 |
10 | Meja + Kursi | 11 | 200,000 | 2,200,000.00 |
11 | Kulkas | 1 | 2,900,000 | 2,900,000.00 |
12 | Pemasangan Instalasi | 1 | 2,500,000 | 2,500,000.00 |
13 | Reklame | 1 | 500,000 | 500,000.00 |
Total | 45,370,000.00 |
B. Biaya Tetap (Fixed) per Bulan
No | Descriptions | Qty | Harga | Total |
1 | Listrik | 1 | 750,000 | 750,000.00 |
2 | Air | 1 | 150,000 | 150,000.00 |
3 | Biaya OPR | 1 | 200,000 | 200,000.00 |
4 | Sewa Gedung | 1 | 1,000,000 | 1,000,000.00 |
5 | Gaji Karyawan | 3 | 500,000 | 1,500,000.00 |
6 | Akses speedy | 2 | 750,000 | 1,500,000.00 |
Total | 5,100,000.00 |
C. Biaya Tidak tetap (Variabel) per Bulan
No | Descriptions | Qty | Harga | Total |
1 | Perawatan Komputer | 11 | 30,000 | 330,000.00 |
2 | Biaya lain-lain | 1 | 100,000 | 100,000.00 |
Total | 430,000.00 |
Waktu Kerja Jam 09 sampai jam 11 malam , Total jam kerja = 14 jam/hari/komputer
Jadi Kapasitas Produksi dalam Sebulan (31) hari = 14 x 10 x 31 = 4340 jam/bulan
Total Investasi | = | Biaya awal + Biaya Tetap + Biaya Tidak tetap |
= | 45,370,000 + 5,100,000 + 430,000 | |
= | Rp. 50,900,000 |
|
Harga Pokok Produksi | = | Total Ongkos Produksi / Kapasitas Produksi |
= | 5,530,000 / 4340 | |
= | Rp 1,274/Jam |
Keuntungan | = | 140% |
Harga Jual | = | HPP + ( % keuntungan x HPP) |
= | 1,274 + (1.4 x 1,274) | |
= | Rp.3,058 ~ Rp.3000/Jam |
Total Penjualan | = | Harga Jual x Kapasitas Produksi |
= | Rp. 3000 x 4340 | |
= | Rp 13,020,000/bulan |
Keuntungan | = | Total Penjualan - Total ongkos Produksi |
= | Rp 13,020,000 - Rp. 5,530,000 | |
= | Rp. 7,490,000/bulan |
Asumsi Balik Modal | = | Total Investasi / Keuntungan |
= | Rp. 50,900,000 / Rp. 7,490,000 | |
= | 6.79 bulan ~ 7 Bulan |
Note : Pada kondisi di atas kita akan mempeoleh keuntungan bersih Rp. 7,490,000/bulan apabila kita mampu menjual 4340 jam dalam sebulan (Kapasitas Produksi maksimal) dan Asumsi balik modal adalah dalam waktu 7 Bulan, namun pada kenyataannya hal tersebut sulit untuk di lakukan mengingat banyaknya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat penjualan.
karena adanya faktor-faktor tersebut maka perlu di lakukan peramalan a/ prediksi terhadap penjualan kedepannya , dengan mempertimbangkan berbagai faktor antara lain Lokasi, Sarana, dan prasarana, jumlah pengguna, dll. dari hasil peramalan a/ prediksi tersebut barulah kita menentukan target penjualan dengan juga memperhitungkan total dari ongkos produksi.
Fungsi dari target penjualan adalah untuk memberikan kontrol agar hasil penjualan tidak berada di bawah Total ongkos Produksi , karena apa bila Cost hasil penjualan lebih rendah dari ongkos produksi tentunya kita akan mengalami kerugian, sehingga perlu adanya target penjualan yang melebihi ongkos produksi agar kita dapat memperoleh keuntungan.
dengan adanya Target Penjualan kita juga akan terpacu untuk senantiasa melakukan inovasi-inovasi,agar target tersebut dapat di capai.
Berdasarkan latar belakang itulah penulis mencoba membuat suatu program untuk memudahkan para pengusahan kecil untuk menghitung harga pokok produksi, harga jual, keuntungan, dan asumsi balik modal terhadap usaha yang akan di buat..dengan berdasarkan pada Tiga Biaya yaitu : Biaya Awal, Biaya tetap dan Biaya Tidak tetap. sehingga akan memudahkan dalam melakukan perhitungan
Untuk mencoba program ini anda dapat mendownload versi trial, jika berminat anda dapat mengirimkan pesan ke emai dhiya_as04@yahoo.co.id
Harga : Rp. 80.000 Perkomputer
